|
Satpol PP bersama Polres Grobogan tertibkan kios Miras |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Kamis, 08 Maret 2012 01:53 |
|
GROBOGAN – sebanyak 7 warung / kios yang memperjuabelikan minuman keras di Kecamatan Purwodadi ditertibkan oleh Satpol PP bersama Polres Grobogan sejumlah barang bukti disita dalam operasi penegakan tersebut untuk menegakkan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 2 Tahun 2000 tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol 21/2.
Dari hasil penertiban tersebut ditemukan barang bukti berupa ” Arak 12 liter, beras kencur ¾ botol, anggur kolesom 1 botol dan congyang ½ botol ”.
Ketujuh warung / kios tersebut berada di Kota Purwodadi . Yakni warung / kios milik Juwadi, Parni, Suwarti, Sumijan, Muslimah, Slamet dan sri martini.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Selasa, 01 Maret 2011 07:17 |
|
GROBOGAN- Satu peleton yang beranggotakan 31 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengikuti pelatihan penanganan huru-hara di halaman Kantor Setda, Senin (22/2). Satuan penegak Perda (Peraturan Daerah) tersebut dilatih oleh beberapa instruktur dari Polres Grobogan sejak Kamis (18/2) hingga Senin (1/3) mendatang.
’’Pelatihan itu untuk langkah pengamanan pilkada yang akan dimulai pertengahan tahun ini. Khusus satu peleton ini merupakan petugas anti huru-hara bila terjadi demo anarkis,’’ kata Kepala Kantor Satpol PP Grobogan, Daru Wisakti, kemarin.
Selain mengadakan pelatihan pengamanan, Satpol PP juga telah melengkapi perlengkapan standar yang akan digunakan bilamana timbul perlawanan massa saat bertugas menegakkan Perda.
Alat Kejut Listrik Beberapa alat perlengkapan itu antara lain, pakaian atau rompi pelapis, tongkat, helm pengaman, tameng, serta tiga alat kejut listrik. ’’Tetapi bila memang situasi tidak terkendali sehingga kita harus mengambil langkah represif (paksaan), kita siap-siap saja,’’ jelas Daru.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 21 Pebruari 2011 14:38 |
|
GROBOGAN --Satpol PP mengeluarkan teguran keras kepada pengelola dan pemilik puluhan tempat karaoke/kafe liar yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Grobogan, dalam razia yang digelar Kantor Satpol PP setempat, Selasa malam (13/7).
Teguran keras tersebut terpaksa dilayangkan oleh Satpol PP karena puluhan tempat karaoke/kafe tersebut tidak memiliki izin. Kalau pun ada izin hanya sebatas izin keramaian dari Polres Grobogan yang ditandatangani Kasat IPP.
Yang lebih mengejutkan lagi, ada tempat karaoke di tengah perkampungan di belakang sebuah TK dekat kompleks makam pahlawan Purwodadi. Menurut warga keberadaannya sangat mengganggu.
“Biasanya bukanya pagi, yang digunakan sebagai tempat karaoke itu rumah milik oknum TNI. Terus terang kami sangat terganggu dan khawatir merusak mental anak-anak,” ujar seorang warga Kampung Jetis yang meminta identitasnya tidak disebutkan kepada , Selasa malam.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 21 Pebruari 2011 14:41 |
|
GROBOGAN –Membandel kendati sudah diperingatkan, lapak atau tempat berdagang sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Alun-alun Purwodadi digaruk dan disita petugas Satpol PP Pemkab Grobogan, Selasa (18/1).
Seorang PKL yang berjualan minuman dan es kelapa muda sempat bersitegang dengan anggota Satpol PP ketika hendak mengambil kembali lapak dan kayu tenda yang disita petugas. Namun anggota Satpol PP tetap tidak memperbolehkan kayu untuk tenda dagangan diambil. Petugas meminta PKL tersebut untuk kembali besok lagi untuk mengurus perangkat dagangannya yang disita petugas.
Kepala Satpol PP Daru Wisakti ketika dikonfirmasi menjelaskan, langkah anggota Satpol PP tersebut sebagai bentuk penegakkan peraturan yang ada. “Selain menegakkan aturan, tindakan anggota Satpol PP dalam rangka menghadapi penilaian Adipura 2011 yang sebentar lagi dilakukan oleh tim penilai,” terang Daru.
Karena dalam penilaian Adipura ada beberapa lokasi yang menjadi obyek penilaian. Antara lain, sekolah, pasar, terminal dan taman kota serta fasilitas umum. “Kita ingin bisa mempertahankan penghargaan Adipura yang kita raih jadi butuh kerja sama semua pihak,” terang Daru.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|